Lama bergelut di dunia yang sebenarnya bukan menjadi prioritas dalam cita cita di masa kecil, memberikan berjuta pesona dan hal istimewa di jenjang hidup saya saat ini. “HEAVY DUTY” sedikit pun tak pernah terlintas dipikiran, tapi mau bagaimana lagi, orang bilang “Hidup itu penuh dengan rahasia” dan “Dibalik rahasia pasti ada rahasia”. Entah mau menganggap ini sebagai aji mumpung atau sebagainya, yang penting sekarang adalah apapun itu asal dilakukan dengan serius, pasti bisa.
Diawali pengiriman curiculum vitae dan pengajuan permohonan untuk mengikuti seleksi masuk di salah satu perusahaan, tempat salah seorang keluarga dari teman SMA yang kebetulan memberikan informasi tentang program perusahaan yang memberikan pendidikan dasar bidang alat berat. Terasa begitu asing tapi menantang diri untuk ikut andil dan terlibat dalam bidang ini, walau sama sekali belum pernah terbayangkan, melihat bahkan sampai mempelajarinya. Bayangkan saja sesampai di lingkungan perusahaan,saya bagai anak seekor anak penyu yang baru menetas di dalam timbunan pasir yang serentak terdiam melihat langit begitu terang dan luas, pikiran saya mulai melayang entah kemana dan mulai datang timbunan pertanyaan yang semakin lama semakin memenuhi hari itu hingga sekarang belum juga selesai.
Apa ini??
Apa aku salah arah??
Apa yang akan aku jalani dengan monster monster besi yang ada hadapan saya??
Pertanyaan demi pertanyaan terus muncul ketika mata ini tertegun melihat kumpulan kendarann yang tingginya melabihi bangunan berlantai 2, yang semasa kanak kanak saya dan teman sejawat sering sebut “GELEDOR” hah..
Hitungan detik pertanyaan itu sempat terabaikan ketika menemui staff ADM Leaning Center, berpenampilan necis dan senyum ramah yang membuat suasana ruangan nyaman, ia hanya meminta meninggalkan beberapa artikel dan biodata serta berucap
“maaf, kalo buat Lulusan SMA, kami belum ada planing seleksi, mungkin 6-7 bulan kedepan, itu pun gak pasti. Tapi apapun kelanjutannya, nanti kami kabari lagi”.
Lugas saya sambut “ ya sudah, yang penting saya tinggalkan data saya, dan saya tunggu informasinya pak”
Pamit dan pergi tanpa ada beban bahkan kecewapun tidak, dalam pikiran hanya terlintas ke kosant teman yang mana yang akan saya kunjungi untuk besenda gurau, walau akhirnya hanya berkeliling kota dengan transmetro kota atau yang lebih di kenal dengan Busway. Hitung hitung melepaskan lelah setelah perjalanan pajang dari kota asal saya yang berjarak 3 jam perjalanan angkutan umum. Ketika Jam menunjukkan 04.23 WIB, kakak saya menelpon dan menyampaikan bahwa dia mendapat telpon dari perusahaan tempat saya mengajukan CV beberapa jam yang lal. Harap maklum saja, saat itu saya mengunakan provider telepon genggam yang kebetulan sulit di hubungi dari telpon rumah/ kantor, jadi saya gunakan no kakak yng lebih bagus singalnya. Lagi lagi di luar pikiran, sebelumnya staff adm itu bilang tidak ada tes untuk SMA, tapi kenapa saya di suruh datang?!.
Setelah memastikan semua informasi via email dan telpon, esok harinya pun saya datang, ternyata untuk mengikuti test psikologi dan pengetahuan. Pagi itu di halaman Learning Center yang cukup luas, di penuhi oleh peserta tes lainya yang semuanya berasal dari SMK dari sekolah ternama di kota. Hal ini saya ketahui dari perkenalan dengan beberapa orang peserta. Ternyata saya satu satunya peserta yang berasal dari SMA yang sangat tidak mungkin untuk lulus diantara peserta lainnya yang tentunya sudah memiliki pengalaman dan kejuruan tertentu dibanding saya yang hanya jebolan SMA jurusan IPA. Apalagi semasa sekolah hanya bergelut di bidang esakta, campuran zat kimia memusingkan, matematika dengan hitungan tiada akhir serta rumus rumus fisika yang menjadi momok setiap kali guru bidang study datang. Untung saja kegiatan di bidang seni dan organisasi cukup membantu membuat hari hari menjadi sedikit lebih balance.
Test demi tes dilewati, mulai ukur tinggi menggunakan seutas tai yang di ikat di pintu masuk setinggi ukuran minimum persyaratan hingga test pengetahuan dan psikologi yang memakan cukup banyak waktu. Tesnya pun berlansung sangat tertib dan murni akan kemampuan peserta, bukan berdasarkan embel embel serta nepotisme warisan leluhur. Selama tes berlansung, saya menemukan berbagai karakter yang berbeda. Sangat jelas terekam di mata, sosok pelajar SMK yang baru lulusan SMK berkata “aku pasti lulus, sesuai dengan jurusan ku”. Ada juga yang sering berdiam diri di pojokan, serta juga ada yang bicara tidak karuan layaknya orang yang baru saja keluar dari penjara atau dari hutan belantara, sehingga berfikir hanya dia yang hebat dan bergaya seolah dia yang sempurna.
Namun secara keseluruhan, saya salut terhadap mereka, mekera merupakan kumpulan orang orang pintar dan pilihan dari masing masing sekolah yang umumnya telah memiliki prestasi baik. Sepintas sempat merasa minder bahkan gugup menghadappi kumpulan orang orang yang high profile, tapi lambat laun saya mampu beradaptasi. Setelah beberapa test di lewati, maka kami diberi jedah waktu untuk istirahat sambil menunggu hasil test sebelumnya. Pembritahuannya, bagi yang namanya tertera di mading, berhak mengikuti INTERVIEW dan bagi yang tidak, dinyatakan gugur.
Tepat jam 13.00, pengumuman itu kelua, hanya selang 2 jam kurang dari test selesai. Seolah tergambar begitu cepat, tidak seperti test CPNS, STPDN maupun perusahaan lainnya yang butuh waktu berhari hari bahkan ada juga yang bisa mingguan. Dari awal saja perusahan ini terkesan sangat kuat akan komitmen kerja yang baik dan benar benar serius dalam setiap tindakan.
Serentak saja mading yang hanya ukuran 2x1 meter terpajang di dinding area koridor ruangan di penuhi para peserta yang pastinya tidak sabar lagi ingin melihat hasilnya dan pastinya berharap dari 20 nama yang ada terselip nama mereka, dan saya hanya diam di belakang para peserta yang berdesakan. Entah apa yang saya lakukan, apa saya type orang yang pesimis? Atau saya tidak terlalu berharap akan program ini?.
Satu persatu peserta mundur dengan beberapa ekspresi peserta yang berbeda setelah melihat hasil pengumuman itu, diantaranya menunduk lansung pulang, bersikap biasa saja tapi mengeluarkan kalimat kalimat menyalahkan serta juga ada yang teriak “yes,,LULUS”. Suasana semakin panas ketika salah seorang dengan senang hati berkata “alhamdulillah, emak saya lulus” sambil tangan dan pinggul nya bergoyang seperti Dangdut mania yang sedang mendengar lagu Rhoma irama. Sementara sekitar mading sudah sedikit renggang, saya pun mulai menyelipkan badan diantara para peserta lainnya yang masih ada juga yang sibuk mengulang ngulang melihat urutan nama seakan tidak percaya namanya tidak tertera, saya memperhatikan setiap nama yang tertera mulai urutan 20 mundur, sama dengan kebiasaan saya ketika membaca novel, majalah dan sebagainya yang selalu saya mulai dari belakang, baru bagian depan, apalagi bacaan yang tanpa sedikitpun gambar. Haaha, sangat aneh dari orang lainnya.
Urutan demi urutan nama saya perhatikan mulai dari 20 mundur hingga 18,namun tidak ada juga nama saya diantaranya, rasa pesimis pun sedikit muncul , karena nama saya tidak ada di urutan bawah, dengan lelah saya lanjutkan hingga 7 dan tetap juga tidak ada. Ingin rasanya perputar arah untuk pulang karena yakin tidak lulus melihat para profile dari peserta lainnya, tapi serentak salah seorang peserta yang lulus berkata “Anak SMA tadi mana? Lulus juga dia ternyata” dengan irama yang sedikit kurang nikmat di dengar. Dalam hati berucap “ hah?? Kan Cuma saya yang berasal dari SMA” lalu berpaling lagi melanjutkan urutan nama hingga urutan 1, dan benarlah nama saya ada di urutan pertama. Sedikit senyuman terlontar dan ucapan selamat juga saya dapat dari beberapa peserta yang sebelumnya saya sempat berbincang bincang ketika selang waktu test. Mulai saya yakinkan diri dan peserta lainnya bahwa ini hanya kebetulan semata, bukan karena prestasi, untuk menghilangkan rasa sombong dan dalam hati tetap terucap puji syukur atas rahmat dari sang pencipta.
Bukannya dengn mendapat urutan pertama di hasil tes psikologi dan pengetahuan itu membuat saya sedikit lebih tenang, akan tetapi malah membuat perasaan ini menjadi tidak karuan, karena konsekuensinya harus menjadi peserta yang perdana untuk mengikuti INTERVIEW. Perasaan mulai gonjang ganjing, gugup dan ingin rasanya pergi ke lapang luas untuk teriak “TIIIIDAKKKKK”. Susunan ruangan telah di tata dengan sangat rapi sehingga kita merasa nyaman mengikuti interview walau dengan sistem face to face. Mencoba sedikit lebih tenang untuk mengetuk pintu yang telah terbuka dan masuk, sedikit basa basi perbincangan hingga senyum pun terlontar menghadapi eksekutor yang gemuk, senyuman khas, wajah friendly serta rambutnya yang mulai menipis mempersilahkan duduk sehingga suasana gugup saya pun lenyap entah kemana bersembunyi. Pertanyaan demi pertanyaan pun saya dapatkan, mulai dari pertanyaan tentang basic keluarga, masa kecil, masalah umum hingga pertanyaan yang membuat saya tertawa “ apa kamu tidak takut panas? Kan dunia alat berat indentik dengan tambang batu bara, sawit, emas dan lainnya yang pastinya berhubungan lansung dengan panas” serentak menjawab “haah? Buaknnya sebelum mengambil keputusan kita mesti memikirkan konsekuensinya?”
dan ketika di tanya masalah pengetahuan saya tentang mesin, semua jawaban saya hanya “TIDAK TAU” seperti
“kamu tau itu piston?”
“kamu tau apa itu engine?”
Kamu tau itu ring”
dan lain sebagainya yang berhubungan dengan mesin, namun jawaban selalu tidak
lalu eksekutor berkata “Lalu kamu mau ngapain datang kesini?”
Jawaban saya hanya “ ....”
ENTAR lagi ya,, saya mesti menyelesaikan tugas akhir,,,,besok kita lanjut
