Minggu, 31 Januari 2010

"Asa sang bulan, detik yg sama"

Bulan nan sedikit bulat tersenyum malam ini, redup.
bagai mengais harapan besar d telaga keruh.
Menapak...
Menjamur...
Menggenggam berjuta budaya, tak terhitung.
Namun, lenyap.
Lenyap ketika fajar tanpa pamit menghampiri ny.
Terpaku, namun harus.

Detik ini, kembali.

Detik yang pernah datang sperti hari hari sebelumny.
Menunduk, hingga mata melihat kaki,
Lantas, Gundah hati berkata
"ini jalanku, bukan jalanmu."


nando_100690

Tidak ada komentar:

Posting Komentar