Selasa, 02 Februari 2010

Asa Sang Penjajal Malam

Asanya datang kembali,
menari di atas kendi kejayaan, kesempurnaan dan keabadian berjuta inshani nan seolah ada d hadapannya.

Berlutut kaku,

Pinta iba,

Namun, kehadiranny tak berbuah baginya,
Hanya menambah tabuhan gendang dan irama.
Gemertak hentakan kaki pun mengencang,
Hiruk girang tersuar lantang,
menatapnya penuh sindir.

Apa ini?
Jaring yang siap membelengunya tak bergerak. . . !
Atau. . .
Ini ketukan dan belaian surga agar ia keluar. . . !

Asa sang penjajal malam.

Nando_100690

Tidak ada komentar:

Posting Komentar