Selasa, 02 Februari 2010

Jujur itu apa??

Jujur itu bagus atau hina y?

Suatu ketika seseorang pria mendapat kesempatan untuk bekerja dan melanjutkan pendidikan d tempat yang jauh dan memakan waktu yang lumayan lama. 3 tahun, sepertinya tidak terlalu lama untuk berjalan dan tidak terlalu cepat untuk menunggu. Sedangkan ia dan kekasihnya baru menjalin hubungan beberapa bulan dan d jalani dengan jarak yang cukup jauh, beda kota beda provinsi. Serta komunikasi mereka yang agak renggang, bukan karna di sengaja, tapi karna mereka menghadapi masalah keluarga yang sangat besar, jadi mereka harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan masing masing, apalagi semenjak ia berhenti bekerja selama 1bulan yang lalu, mereka harus bisa berhemat. Walau demikian, ia merasa di antara mereka ada kepercayaan dan pengertian, tanpa ada yg menuntut. Terkadang jika sangat kangen, mereka telpon2nan.

Sadar akan hal itu, ia meminta izin kepada pujaan hatiny, tanpa butuh waktu yg lama, sang kekasih berkata " y baguslah, demi cita2 dan si buah hati!" dengan gurauanny.

Terlihat raut kekecewaan muncul d hadapannya. Setelah beberapa hr dari pertanyaan itu di berikan, dgn rasa takut kehilangan ia kmbali bertanya lewat sandek (pesan pendek) "apa kmu syg ak sbgai kekasihmu, atau hanya sebagai adikmu? Apapun jawabanmu, ak akan terima, apapun itu. Ak ulangi bahwa ak suka kamu lebih dr segalanya. Aku butuh kepastianmu."

haha, semua terkesan berlebihan dan gombal, tapi ini hanya karna ia takut kehilangan.

Terlihat kebinggungan atas respon yang ia terima, lalu ia berfikir "knapa ak jujur ya kalau respon yg d trima sperti ini, kalau tau seperti ini, lebih baik aku pergi saja dan jika telah sampai disana nanti dan ia bertanya ak dimana baru ak kasi tau." lantas pikirannyapun kembali "bukankah lebih mengecewakan jika ia menjadi urutan ke sekianny yang ak kasi tau setelah sahabat dan saudaraku? Sedangkan ia org yg sangat mengerti aku dan menerima ak apa adanya. Ahh, entahlah. Aku bingung, apa aku harus tetap pertahankan kejujuran d hidupku, atau. . ."

kebingungan demi kebingungan terus menghampirinya. Sekarang, di saat ia menyampaikan aku kangen,
kamu tau respon sang kekasih apa? ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar